LIPUTAN ONE

test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE "LIPUTAN ONE"

Lewati Masa Kritis Keluarga Pasien Apresiasi Haji Uma dan Bupati Aceh Barat.

ACEH TENGGARA – LIPUTANONE | Kebahagiaan tak terbendung dari wajah Amir M. (51), warga Desa Cinta Damai, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, yang akhirnya dinyatakan pulih setelah tiga bulan menjalani perawatan intensif. Rabu, 26/2/25.

Amir sempat mengalami koma selama 1,5 bulan akibat kecelakaan tragis yang dialaminya pada 19 Desember 2024 lalu.


Pria tersebut  jatuh dari pohon kelapa setinggi 20 meter, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr. Zainal Abidin (RSZA) Banda Aceh. 


Kepulangannya menjadi momen haru bagi keluarga, terutama sang istri, Fidha (43), yang setia mendampingi selama masa perawatan. 


Senyum bahagia pun terpancar setelah melewati masa sulit yang penuh ujian.


Kesembuhan Amir tidak lepas dari peran tim dokter RSZA yang memberikan pelayanan medis terbaik.

Selain itu, perhatian dan bantuan dari Anggota DPD RI, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, juga menjadi faktor penting dalam perjalanan kesembuhan Amir. 

Sejak awal perawatan, Haji Uma aktif membantu pengurusan BPJS serta memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga Amir, baik saat masih di RS Adam Malik Medan, Sumatera Utara, maupun di RSUD ZA Banda Aceh.


"Berkat perhatian dan bantuan dari Haji Uma, sejak awal suami saya dirawat hingga kini pulang, beliau tetap membantu. Kami sangat berterima kasih karena selama tiga bulan dirawat, Haji Uma membantu biaya konsumsi kami. Bahkan sekarang, setelah suami saya pulih dan boleh pulang, beliau masih membantu biaya transportasi ke kampung," ungkap Fidha penuh rasa syukur.


Perjuangan Panjang Menuju Kesembuhan


Sebelumnya, pada 21 Desember 2024, Amir sempat dirujuk ke RS Adam Malik Medan dan menjalani perawatan selama empat minggu. 


Namun, kondisi Amir tidak menunjukkan perbaikan dan ia tetap dalam kondisi koma. 


Saat itu, pihak rumah sakit justru menyatakan bahwa Amir sudah bisa pulang, meskipun masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Keputusan tersebut membuat Fidha kecewa dan bingung, namun ia tidak punya pilihan lain selain membawa suaminya kembali ke kampung halaman di Aceh Tenggara.

Tidak ingin menyerah, Fidha berusaha mencari pengobatan lanjutan untuk suaminya. Berkat bantuan Haji Uma, pada 2 Januari 2025, Amir akhirnya dirujuk ke RSUD ZA Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Keajaiban pun terjadi. Hanya dalam dua hari setelah mendapat perawatan di RSZA, Amir sadar dari komanya. 


Seminggu kemudian, kondisinya semakin membaik dan Pada 11 Januari 2025, dokter menyatakan bahwa Amir sudah bisa menjalani rawat jalan, meskipun masih perlu kontrol rutin.


Kondisi Membaik, Namun Masih Harus Dirawat


Fidha kemudian membawa Amir ke Meulaboh untuk sementara waktu tinggal bersama kakaknya. Namun, kondisi Amir kembali menurun. 


Ia mengalami gangguan pernapasan yang menyebabkan sesak napas, sehingga harus dilarikan ke RS Cut Nyak Dhien menggunakan ambulans TARSA. 


Amir sempat dirawat di ruang ICU selama dua hari, sebelum akhirnya dirujuk kembali ke Banda Aceh karena keterbatasan alat medis di RS Cut Nyak Dhien.


Selama 25 hari di Banda Aceh, Amir dan keluarganya tinggal di rumah singgah. Haji Uma kembali memberikan bantuan konsumsi sehari-hari bagi mereka.


"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Haji Uma yang selama ini telah membantu keluarga kami. Kami juga berterima kasih kepada Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, yang melalui timnya di Meulaboh membantu kami mengenal lebih dekat dengan Haji Uma," ungkap Fidha 


dengan wajah berseri.

Fidha juga mengapresiasi bantuan dari Tarmizi SP, yang memfasilitasi transportasi ambulans saat mereka harus kembali ke Meulaboh dari RSZA Banda Aceh.


Kini, Amir bisa kembali ke kampung halamannya di Kutacane dengan kondisi yang jauh lebih baik. 


Kisahnya menjadi bukti bahwa keajaiban bisa terjadi dengan kesabaran, doa, dan bantuan dari orang-orang yang peduli.



(DS) 

Posting Komentar

0 Komentar